jarang-jarang ya ngepost pake bahasa indonesia, saya ngepost pake bahasa ibu kalo otak saya sudah benar-benar tak bisa berpikir dengan baik dan benar sesuai dengan fungsi yang sesungguhnya. oh iya, akhir-akhir ini rasanya fisik maupun mental saya berada dalam tahap ujian yang sangat melelahkan.
yang paling dirasakan adalah fisik. kegiatan di sekolah membuat saya gila dan lelah sampai saya tak mampu lagi melakukan hal lain. yang saya bingungkan itu, kenapa saya sudah kelas 12 di tingkat akhir malahan diberi jabatan sebagai seorang anggota publikasi hubungan masyarakat. seperti yang selama ini kita tahu, jabatan ini membutuhkan kerja ekstra ketka acara belum dimulai dari menyebar undangan sampai mengurusi undangan serta urusan lain yang memerlukan waktu lebih dan meninggalkan sekolah. secara harafiah, saya sebetulnya sudah harus fokus pada ujian nasional yang sebentar lagi akan diadakan, minggu ke-3 bulan maret tepatnya. nah, dengan posisi yang seperti ini, bagaimana saya bisa fokus? di samping itu, ada beberapa guru yang entah mengapa sepertinya tidak mendukung keberadaan kegiatan satu ini dan menekan saya serta murid lain untuk tetap berada di kelas ketika semua orang yang terlibat sedang bersusah payah menjalankan tugasnya masing-masing. jujur saja, saya ingin sekali tugas ini cepat berakhir. saya sudah lelah teramat sangat. ingin sekali-kali berada di kelas tanpa harus keluar dan mengikuti pelajaran dengan baik serta tidak mendapat tekanan dari guru-guru. saya juga tidak mau terus-terusan meninggalkan kelas, saya juga tidak bodoh untuk menyadari waktu ujian sebentar lagi. tapi apakah selama ini usaha yang saya lakukan selalu dipandang negatif? seakan-akan memang sengaja tidak ingin berada di kelas dan menghindari pelajaran tertentu. maaf kepada bapak dan ibu sekalian, anda salah besar. lagipula, hal ini juga menyita banyak waktu dan fisik saya semakin menurun setiap harinya.
yang kedua adalah mental. bukan mental secara sesungguhnya sih. tapi ini masalah hati lebih tepatnya. lagi-lagi saya harus menghitung hari menuju kepergian seorang lelaki yang sampai saat ini membuat saya pusing bukan kepalang. entah kenapa, saya selalu merasakan yang berbeda walaupun telah berulang kali saling menyakiti. berulang kali ngepost dengan topik yang sama, yaitu: dy! bosan terkadang, tapi saya tak bisa berhenti menulis ketika namanya terlintas di pikiran. baiklah, saya akui. saya masih ada hati pada lelaki itu. dan tak sanggup jika dy harus pergi lagi. 1 hari sebelum acara kegiatan sekolah itu, sama saja dengan 3 hari lagi.
oh Tuhan, sepertinya saya tak sanggup menghadapi ini semua. 2 hal yang mengerikan terjadi berturut-turut dan akan sangat menguras emosi serta sisa tenaga yang saya punya. entah bagaimana harus menghadapinya dengan wajah terangkat. tapi yang jelas, saya sudah berada di batas seteres paling tinggi, sangat butuh pencerahan serta hiburan secepatnya sebelum semua ini meledak menjadi emosi tak terkontrol.
No comments:
Post a Comment