aku termasuk di dalam bagian dunia yang semakin gila ini. pikiran tak bisa dibatasi untuk hal yang semestinya mustahil, tapi otak ini terus dipaksa berpikir dan berpikir sampai kehabisan tenaga lalu mengakibatkan malas berpikir serta menjadi pasrah. bukan masalah tentang hubungan percintaan ataupun keluarga, hanya menyangkut kinerja otak dan cara berpikir dalam menanggapi setiap perubahan yang ada. entah sampai kapan aku bisa bertahan. bingung juga. sudah cukup stress malah dibuat jadi lebih stress lagi. aku tak ingin hal yang macam-macam cuma ingin sebuah kebebasan yang seharusnya mulai dilimpahkan pada anak umur tujuhbelas tahun ini. baiklah, ini tak ada urusannya dengan ayahku atau ibuku. jadi jangan berpikir buruk dan mencari sesuatu yang tidak konkrit. tapi apakah perlu aku menulis sesuatu secara tersurat dan blak-blakan di sini? mungkin iya, tapi kapan-kapan. sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk menceritakan sesuatu dan menulis untuk merangkai kata yang membuat orang lain tidak sakit hati karena jaman sekarang ini, banyak sekali yang suka melihat lalu menyebarkan itu menjadi kabar burung kemudian menambahkan bumbu cerita yang malah memperkeruh suasana.
aku menulis ini dalam bahasa indonesia karena aku sudah bingung jika harus ditulis dengan bahasa inggris. lagipula aku orang indonesia, jadi aku tulis dalam bahasa ibuku dan berusaha memakai bahasa indonesia yang baik dan benar dengan ejaan yang disempurnakan.
dunia semakin gila, aku tahu karena aku merasakannya. banyak faktor sebenarnya, secara tak langsung orang terdekat pun bisa jadi salah satu faktor itu. dan yang terutama adalah pikiran yang menyiksa ini akan satu hal yang lama-lama membuat gila. aku harus memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan, bukan soal kuliah, soal yang lain. dan ini mungkin akan menyakitkan orang lain. jadi maaf jika aku tak siap untuk menghadapi semua ini.
No comments:
Post a Comment